Haul ke-32 KH Hisyam Zuhdie (Mbah Hisyam): Ribuan Santri Andalusia Ziarah Maqbarah Masyayikh
Leler, Jawa Tengah – Lebih dari 3.000 santri Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia bersama keluarga besar KH Hisyam Zuhdie, alumni, muhibbin, dan masyarakat sekitar mengikuti ziarah kubur dalam rangka memperingati haul ke-32 Al-Maghfurlah KH Hisyam Zuhdie, pendiri pesantren yang dikenal sebagai ulama karismatik dari Banyumas.
Acara yang digelar pada Ahad (21/9/2025) ini berlangsung khidmat di kompleks maqbarah masyayikh Pondok Pesantren Leler, Jawa Tengah. Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum doa bersama sekaligus penghormatan atas jasa dan perjuangan KH Hisyam Zuhdie dalam menegakkan dakwah dan pendidikan.
Kegiatan haul turut dihadiri jajaran masayikh dan keluarga besar, di antaranya KH Zuhrul Anam Hisyam, Pengasuh PP At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, KH Dzakiyul Fuad Hisyam, Pengasuh PP At-Taujieh Al-Islamy, serta Syekh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin, utusan resmi Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Kehadiran para ulama tersebut menambah kekhidmatan suasana haul yang dipadati ribuan jamaah.
Dalam sambutannya, KH Zuhrul Anam Hisyam menegaskan bahwa ziarah kubur kepada ulama dan orang saleh memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam.
“Ziarah bukan hanya untuk mengingat kematian, tetapi juga sebagai bentuk mengirimkan doa sekaligus istimdadu al-barakah, mencari keberkahan dari Allah melalui para kekasih-Nya,”. Pembacaan Tahlil dipimpin oleh KH Dzakiyul Fuad Hisyam, Pengasuh PP At-Taujieh Al-Islamy.
Tradisi haul, lanjutnya, tidak semata peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengikat kuat antara generasi penerus dengan perjuangan para pendahulu. Melalui doa dan refleksi spiritual, santri dan alumni diingatkan untuk menjaga warisan nilai keikhlasan, keilmuan, dan perjuangan KH Hisyam Zuhdie.Selain sebagai ajang silaturahmi keluarga besar pesantren, haul ke-32 ini menjadi ruang spiritual bagi jamaah untuk merenungkan kembali keteladanan Masyayikh Pondok Leler.
“Haul adalah pengingat akan jasa ulama yang telah mendidik, membimbing, dan meninggalkan warisan keilmuan bagi umat. Dari sinilah kita belajar siapa yang membimbing, mengapa perjuangan perlu dilanjutkan, dan bagaimana meneladani nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan menempatkan KH Hisyam Zuhdie pada derajat mulia di sisi-Nya. Keluarga besar pesantren bersama ribuan santri dan alumni juga meneguhkan tekad untuk menjaga amanah, melanjutkan perjuangan, serta istiqamah dalam menegakkan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan.








