Agenda

Takjubnya Imam Subki terhadap Imam Nawawi


Pengaosan Selapanan Ahad Pon Bersama Syaikhuna KH. Zuhrul Anam Hisyam: Mengkaji Kitab Fathul Wahhab, Khozinatul Asror, dan Lawaqihul Anwar

attaujieh.id – Pengaosan Selapanan Ahad Pon bersama Syaikhuna KH. Zuhrul Anam Hisyam kembali digelar pada Ahad Pon, 20 Juli 2025, di Aula Pusat Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Leler. Acara ini merupakan rutinitas pengajian bulanan yang diikuti oleh jamaah putra dan putri, serta pada kesempatan kali ini digabung dengan pengajian wali santri kelas 2, 3 Tsanawiyah dan 1 Aliyah. Momen ini juga menjadi ajang sambangan pertama setelah liburan kenaikan kelas.

Dalam pengajian tersebut, Syaikhuna KH. Zuhrul Anam Hisyam yang akrab disapa Gus Anam membacakan beberapa kitab sekaligus, yaitu Fathul Wahhab, Khozinatul Asror, dan Lawaqihul Anwar. Saat membahas persoalan orang yang wafat dengan tanggungan puasa wajib dalam Fathul Wahhab karya Syaikh Zakariya Al-Anshari, Gus Anam menyampaikan kisah menarik tentang kekaguman Imam Taqiyuddin As-Subki terhadap Imam Nawawi.

Imam As-Subki, ulama besar bergelar Syaikh al-Islam dan tokoh rujukan umat Islam di masanya, dikenal pula sebagai pengkritik tajam Ibnu Taimiyah melalui kitabnya Syifa’ul Asqom fi Ziyarat Khairil Anam. Kitab ini membantah pandangan Ibnu Taimiyah yang mengharamkan ziarah ke makam Rasulullah ﷺ dan mendapat apresiasi ilmiah, salah satunya dari Maulana Ali al-Qari, ulama mazhab Hanafiyah yang kemudian mensyarahnya dalam Syarh Syifa’il Asqom.

Gus Anam menceritakan bahwa saking takjubnya kepada Imam Nawawi, Imam Subki pernah datang ke tempat Imam Nawawi mengajar, lalu mengusap-usapkan pipinya ke lantai yang pernah diduduki oleh sang Imam, sebagai bentuk mencari keberkahan dari ulama. Bahkan, ketika sedang dalam perjalanan berkuda, Imam Subki turun dari kudanya setelah mendengar seorang petani tua berkata, “سألت النووي” (Saya pernah bertanya kepada Imam Nawawi). Imam Subki berkata, “Tidak pantas saya tetap di atas kuda sementara salah seorang murid Imam Nawawi berada di bawah.”

Gus Anam menegaskan bahwa tindakan Imam Subki tersebut adalah bentuk husnul adab etika mulia terhadap orang yang berilmu. Sayangnya, lanjut beliau, adab seperti ini di zaman sekarang justru kerap dianggap feodalisme dan diremehkan oleh sebagian kalangan.

Melalui pengajian ini, Syaikhuna tidak hanya mengkaji teks kitab klasik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai adab, ketawadhuan, dan penghormatan terhadap ulama, nilai yang sangat penting diteladani oleh generasi santri masa kini.



Adab Al-Azhar Alumni Andalusia Hibbana Andalusia Untuk Dunia Andalusia Untuk Indonesia At Taujieh Al Islamy 2 Balagh Ramadhan Gus Anam Gus Anam Leler Haul Himmah Imam Al Bukhori Informasi karnaval 2025 Khataman KH Zuhrul Anam Hisyam Lailatut Ta'aruf Ma'had Aly Andalusia Madrasah Diniyyah Andalusia Masyayikh Maulid Maulid Nabi Muhammad SAW Mbah Hisyam Mbah Maimoen Zubair MQK Mudik 2026 Mursyid Thoriqoh Musabaqoh NU Banyumas Nuzulul Quran Pondok Leler Ponpes At Taujieh A Islamy 2 santri andalusia Sarang Sholat Gerhana SMA Islam Andalusia SMA Islam Andalusia Kebasen SMP Darussalam Wonosobo SMP Islam Andalusia Study Banding Syaikh Mahmud Abdul Hamid Syekh Zakariyya tahfidz Utusan Al-Azhar