Agenda, Risalah At Taujieh

Mengkaji Kitab Al-Asror Ar-Robbaniyyah di Bulan Maulid Nabi Muhammad ﷺ

Leler, Jawa Tengah – Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia Leler kembali menggelar tradisi kajian kitab klasik dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada Rabu (27/8/2025) dengan fokus pembahasan kitab Al-Asror Ar-Robbaniyyah karya ulama besar, Syaikh Sayyid Muhammad ‘Utsman Al-Mirghoni.

Nabi Muhammad ﷺ lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabi‘ul Awal di Kota Makkah, sekitar tahun 570 M. Tahun itu dikenal dengan sebutan Tahun Gajah, karena pada tahun tersebut pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah dari Yaman gagal menyerang Ka‘bah setelah Allah menghancurkan mereka dengan burung Ababil.

Peristiwa kelahiran Nabi ini menjadi awal dari lahirnya sosok agung yang kelak membawa risalah Islam dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia.

Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam, dalam sambutannya menegaskan bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak era ayahandanya, KH. Hisyam Zuhdi. “Dulu, setiap memasuki bulan Maulid, semua kegiatan pengajian rutin diliburkan dan diganti dengan mengkaji Siroh Nabawiyah dari berbagai kitab, seperti Burdah karya Imam al-Bushiri, Al-Barzanji baik dalam bentuk natsar maupun nadzom, serta kitab lainnya,” ungkapnya.

Kitab Al-Asror Ar-Robbaniyyah memuat sejarah Nabi Muhammad ﷺ sejak kelahiran, perjalanan hidup, mukjizat, hingga wafatnya, yang disusun dalam bentuk prosa (natsar) dengan keindahan bahasa tinggi. Syaikh Sayyid Muhammad ‘Utsman Al-Mirghoni, penulis kitab ini, merupakan murid Syaikh Muhammad bin Idris, pendiri Thariqah Idrisiyyah. Syaikh Sayyid Muhammad ‘Utsman Al-Mirghoni juga merupakan pendiri Thariqah Al-Khotmiyyah Al-Mirghoniyyah.

Dalam mukadimah kitabnya, Syaikh Al-Mirghoni memuji Allah SWT karena menjadikan kita sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ yang merupakan umat pilihan. Ia menekankan bahwa mencintai Nabi adalah jalan untuk mensucikan hati dari sifat-sifat tercela.

Tradisi kajian ini bukan hanya bertujuan memperdalam pemahaman sejarah dan keteladanan Rasulullah ﷺ, tetapi juga sebagai bentuk tabarruk (mengharap keberkahan) di bulan Maulid yang penuh kemuliaan.