Madrasah Diniyyah Andalusia Terima 37 Mahasantri PPL Ma’had Aly Andalusia
Leler, Jawa Tengah – Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Tsanawiyyah dan Aliyah Andalusia merupakan lembaga pendidikan nonformal yang telah mendapatkan pengakuan (mua’dalah) dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Dengan status ini, santri Andalusia yang lulus dapat langsung melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar tanpa melalui tes.
Madrasah ini berlokasi di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia Leler. Seluruh santri Andalusia otomatis menjadi santri Madrasah Diniyyah Takmiliyyah sekaligus menempuh pendidikan formal di SMP, SMA, atau MA Andalusia tanpa dipisahkan.
Kurikulum yang diterapkan meliputi penguasaan ilmu nahwu dan shorof, hafalan nadzom, pemahaman kitab kuning, penguasaan bahasa Arab aktif, serta program tahfidz Al-Qur’an dengan dua jalur pilihan: reguler (dikombinasikan dengan pendidikan formal) dan khusus (fokus penuh pada hafalan).
Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, Madrasah Diniyyah Andalusia menerima 37 mahasantri Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) putra dan putri dari Ma’had Aly Andalusia. Acara penyambutan digelar di Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Andalusia dan dipimpin langsung oleh Mudir Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Tsanawiyyah, Bpk.Kyai. Abdul Mu’thi.


Dalam sambutannya, Bpk.Kyai. Abdul Mu’thi memberikan tiga pesan utama kepada peserta PPL. Pertama, mahasantri diminta untuk senantiasa menyampaikan mau’idzah hasanah kepada para santri Andalusia. Kedua, mereka diharapkan mampu menjadi uswah hasanah atau teladan yang baik. Ketiga, mahasantri dianjurkan selalu mendoakan kebaikan bagi para santri, karena doa guru pesantren menjadi pembeda dengan pendidik di lembaga umum.
Wakil Mudir Ma’had Aly Andalusia, Ust. Agus Hilmy Mubarok, menambahkan bahwa PPL merupakan agenda resmi Ma’had Aly untuk mahasantri tingkat akhir sebagai ajang persiapan sebelum terjun ke masyarakat. “Kami menyerahkan sepenuhnya mahasantri PPL kepada pihak madrasah untuk dibimbing dan diarahkan, agar dapat menjalankan tugas dengan baik serta memberi dampak positif,” ujarnya.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian kegiatan praktik. Melalui program ini, para mahasantri diharapkan dapat mengasah keterampilan mengajar, memahami dinamika pembelajaran di madrasah, serta menanamkan nilai keikhlasan, kesungguhan, dan tanggung jawab sebagai calon pendidik.